Koneksi Antar Materi 3.1 CGP -4 Pangkalpinang

 

Modul 3.1 Koneksi Antar Materi

SILVIA DWI, S.Pd ( SDN 6 Pangkalpinang)

CGP Angkatan 4, Kota Pangkalpinang.

 

Jurnal koneksi antar materi ini menyajikan 10 (sepuluh) hal utama, yakni:

(1) Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran,

Pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofis Pratap Triloka memiliki tiga semboyan yakni (1)Ing Ngarso Sung Tuladha yaitu seorang guru harus bisa memberikan sebuah keteladanan. Dalam pengambilan keputusan, hendaknya seorang guru mampu memberikan keteladan dari keputusan yang ia  buat. 2) Ing Madya Mangun Karsa Seorang guru harus bisa membangun semangat dan  motivasi menuju masa depan yang lebih baik. Tujuan untuk memberikan semangat kepada murid serta memotivasi murid memiliki pengaruh dalam mengambil sebuiah keputusan.  3) Tut Wuri Handayani yaitu mendorong murid untuk maju dan berkembang. Dengan demikian, adanya tujuan dalam mendorong murid maju dan berkembang berpengaruh terhadap keputusan yang diambil oleh guru.                                                                                                              

Setiap keputusan yang diambil guru sebagai pemimpin pembelajaran haruslah mengacu pada nilai-nilai kebaikan dengan menjiwai tiga semboyan yang dicetuskan oleh KHD tentang  asas-asas Pendidikan.  Filosofis Ki Hadjar tersebut juga memperkuat Profil Pelajar Pancasila yaitu 1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) Mandiri, 3) Bernalar Kritis, 4) Kreatif, 5) Bergotong-royong, dan 6) Berkebhinekaan global.

(2) Nilai-nilai yang tertanam dalam diri, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang diambil dalam pengambilan suatu keputusan,

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang diambil dalam pengambilan suatu keputusan. Ini terkait dengan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah dalam pengambilan dan pengujian keputusan. Paradigma yang diyakini dalam diri yakni , prinsip yang diambil dalam pengambilan sebuah keputusan, serta Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan sangat berpengaruh pada keputusan akhir yang diputuskan.  Prinsip yang diambil dalam sebuah keputusan apakah prinsip berbasis hasil akhir, prinsip berbasis peraturan, dan prinsip berdasarkan rasa peduli membuat seseorang akan mengambil sebuah keputusan berdasarkan prinsip yang ia pilih. Begitupun dengan paradigma yang ia yakini, di mana terdapat nilai kebajikan yang saling bertentangan, akan sangat berpengaruh terhadap keputusan yang diambil. Muaranya adalah pengambilan keputusan yang berpihak pada murid dan keputusan tersebut dapat dipertanggung jawabkan dengan serangkaian uji yang telah dilakukan.

3).Kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita

Pengambilan keputusan yaitu keputusan yang berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif. Hal itu dapat diwujudkan  salah satunya dengan kemampuan coaching (pembimbingan). Salah satu model coaching adalah coaching model TIRTa yaitu salah satu model coaching yang dikembangkan untuk dapat membantu seorang guru atau coach dalam menuntun murid menemukan potensi yang dimilikinya dengan memanfaat komunikasi positif melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif yang dapat membuat murid melakukan metakognisi. Selain itu, pertanyaan-pertanyaan dalam proses coaching juga membuat murid lebih berpikir secara kritis dan mendalam. Yang akhirnya, murid dapat menemukan potensi dan mengembangkannya. Coaching model TIRTA itu sendiri adalah Tujuan, Identifikasi Masalah, Rencana Aksi dan TAnggung jawab. Melalui coaching, pengambilan keputusan yang telah diambil dapat direfleksikan kembali sehingga menjadi keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan karena setiap keputusan yang diambil sebagai pemimpin pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap masa depan murid kita. Dengan melakukan coaching, maka seorang coach akan mampu memilih prinsip, paradigma, serta mampu menjalankan 9 langkah pengujian keputusan sehingga dapat dihasilkan keputusan yang bertanggung jawab.

(4) Kemampuan seorang guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan,

Seorang guru yang dapat mengelola dan menyadari aspek emosionalnya tentu akan dapat berpikir lebih jernih dan komprehensif dalam mengambil sebuah keputusan. Ia tidak mengedepankan egonya, namun  mengedepankan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah untuk menghasilkan sebuah keputusan yang bertanggung jawab.

Guru penting memahami dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional guna menghadapi berbagai situasi dan tantangan yang kompleks . Pembelajaran sosial emosional dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan seseorang dalam memahami, mengelola, dan mengekspresikan aspek-aspek sosial dan emosional kehidupan dan untuk mengorganisir tindakan dengan cara yang positif, dengan cara tepat untuk mencapai tujuan. Pembelajaran sosial emosional juga mendukung kemampuan guru dan murid berhasil mengelola tugas kehidupan sehari-hari seperti belajar, membentuk hubungan, memecahkan masalah sehari-hari, dan beradaptasi dengan tuntutan pertumbuhan dan perkembangan yang kompleks.

(5) Pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik

Sebuah kasus, yang fokus kepada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik. Sebuah akhir dari pengambilan keputusan adalah cermin dari nilai-nilai yang diyakini oleh seseorang.  Jika itu merupakan keputusan secara personal, maka keputusan yang dihasilkan adalah cerminan dari nilai-nilai yang dianut seseorang. Jika itu adalah keputusan bersama, maka dalam memutuskan, akan ada diskusi di mana masing-masing individu menyatakan pendapatnya tergantung dari nilai yang dianut yang kemudian menghasilkan keputusan bersama lewat  rangkaian argumentasi yang melatarbelakangi pemikiran-pemikiran keputusan itu yang pada akhirnya bisa saling memengaruhi satu sama lain dalam pengambilan keputusan akhir.  

 

(6)Pengambilan keputusan yang tepat, berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman,

Pengambilan keputusan yang tepat, berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Hal ini karena pengambilan keputusan didasari nilai-nilai kebajikan dengan mengambil salah satu dari empat paradigma, tiga prinsip, serta melakukan sembilan langkah uji keputusan. Kemampuan coaching dalam membuat keputusan yang tepat juga sangat dibutuhkan agar memahami sudut pandang yang lain dan mampu menggali informasi dan maslaah lebih komprehensif. Kemampuan dalam sosial emosional juga sangat dibutuhkan agar keputusan yang diambil tepat dengan mengedepankan keputusan yang berpihak pada murid dan terciptanya lingkungan yang positif.  

(7)kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika

Sesungguhnya, sosok pemimpin dalam sebuah instansi  memiliki pengaruh yang kuat dalam pengambilan sebuah keputusan. Dengan banyaknya jumlah personil dalam sebuah instansi, maka akan banyak pemikiran yang belum tentu semuanya sama. Komunikasi yang efektif tentu sangat dibutuhkan terkait hal tersebut. Dengan kemampuan kita melakukan komunikasi, kemampuan dalam sosial emosional, serta mampu menyajikan sebuah permasalahan dengan langkah-langkah, paradigma, dan prinsip yang mendasari sebuiah tindakan yang kemudian kita komunikasikan secara terbuka,ditambah dengan kemampuan kepala sekolah dalam memimpin,  maka semua pihak akan dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap keputusan dilema etika. 

(8) Pengaruh pengambilan keputusan yang diambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid

Pengambilan keputusan yang diambil sangat berpengaruh dengan pengajaran yang memerdekakan murid. Filosofi Ki Hajar Dewantara (1)Ing Ngarso Sung Tuladha yaitu seorang guru harus bisa memberikan sebuah keteladanan, 2) Ing Madya Mangun Karsa Seorang guru harus bisa membangun semangat dan  motivasi menuju masa depan yang lebih baik, 3) Tut Wuri Handayani yaitu mendorong murid untuk maju dan berkembang.  Sehingga, penting bagi seorang pendidik memahami hal tersebut dalam pengambilan keputusan yang dapat memerdekakan murid. Kemampuan guru dalam sosial emosionalnya, kemampuan coaching dalam memahami apa yang dirasakan oleh murid, serta nilai kebajikan yang ada dalam diri guru dengan memegang paradigma, prinsip, dan melakukan uji keputusan, maka keputusan yang diambil dapat memerdekakan murid.

(9) Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya

Seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-murid. Hal ini dikarenakan sosok guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Guru dalam proses pendidikannya kepada murid, dapat menuntun nilai-nilai kepada diri murid, apakah itu nilai kebaikan atau nilai keburukan. Sehingga, menjadi penting bagi seorang  pemimpin pembelajaran untuk terus meluruskan tujuan agar apa yang ia lakukan dapat memperkuat nilai-nilai kebaikan dan profil pelajar Pancasila pada diri murid dengan nilkai-nilai yang ia contohkan dan ia kuatkan pada diri murid yang akan berpengaruh pada masa depan murid. Keputusan yang kita ambil hendaknya keputusan yang berpihak pada murid, Oleh karena itu, kemampuan guru dalam mengelola sosial emosional sangat penting. Jika keputusan yang diambil berdasarkan emosi, maka itu dapat meengaruhi masa depan murid. Misalnya, kita mempermalukan murid di depan umum karena ia tidak menggunakan sepatu sesuai kebijakan sekolah, padaha;l jika ditindaklanjuti ternyata alasannya karena sepatunya robek dan tidak memiliki uang untuk membeli sepatu. Keputusan kita untuk memberikan kesempatan kepada murid kita untuk mencari solusi sendiri dengan coaching juga akan membuat murid kita mamou menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dalam menangani sebuah konflik. Selain itu, keputusan dengan penerapan paradigma, prinsip, dan 9 langkah pengujian keputusan diharapkan dapat membuat keputusan yang tepat yang berorientasi kepada murid kita sehingga dapat mem,berikan cahaya bagi masa depan murid-murid kita.   

 

(10) Koneksi Materi pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya adalah dengan menerapkan filosofi Ki Hajar Dewantara, maka akan semakin menguatkan diri kita akan nilai-nilai kebajikan sebagai pijakan dalam pengambilan keputusan. Ketika kita memahami bahwa muaranya adalah keputusan yang berpihak pada murid, maka nilai-nilai kebajikan akan mewarnai pengambilan keputusan dengan menerapkan salah satu dari 3 prinsip, 4 paradigma, serta melaksanakan 9 langkah pengujian keputusan, Kemampuan pengelolaan sosial emosional sangat penting dalam pengambilan keputusan agar keputusan yang kita ambil dapat komprehensif dan tidak berdasarkan emosi. Coaching sangat dibutuhkan dalam memahami perasaan murid dan menggali kemampuan murid kita sehingga dapat menghasilkan keutusan yang tepat.

 

Komentar

  1. Semoga sukses dengan meahami modul pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran akan me jadi ibu guru yang hebat

    BalasHapus

Posting Komentar